Pengendalian Proses Statistik (Statistical Process Control)
Statistik
adalah seni pengambilan keputusan tentang suatu proses atau populasi
berdasarkan suatu analisis informasi yang terkandung didalam suatu
sampel dari populasi itu. Metode statistik memainkan peranan penting
dalam jaminan kualitas. Metode statistik itu memberikan cara – cara
pokok dalam pengambilan sampel produk, pengujian serta evaluasinya dan
informasi didalam data itu digunakan untuk mengendalikan dan
meningkatkan proses pembuatan. Lagipula statistik adalah bahasa yang
digunakan oleh insinyur pengembangan, pembuatan, pengusahaan, manajemen,
dan komponen – komponen fungsional bisnis yang lain untuk berkomunikasi
tentang kualitas. (Montgomery, 1993)
Untuk menjamin proses produksi dalam kondisi baik dan stabil atau produk yang dihasilkan selalu dalam daerah standar, perlu dilakukan pemeriksaan terhadap titik origin dan hal–hal yang berhubungan, dalam rangka menjaga dan memperbaiki kualitas produk sesuai dengan harapan. Hal ini disebut Statistical Process Control (SPC).
Dalam pengendalian proses statistik dikenal adanya “seven tools”. Seven tools dari pengendalian proses statistik ini adalah metode grafik paling sederhana untuk menyelesaikan masalah. Seven tools tersebut adalah:
-
Lembar pengamatan (check sheet)
-
Stratifikasi (run chart)
-
Histogram
-
Grafik kendali (control chart)
-
Diagram pareto
-
Diagram sebab akibat (cause and effect diagram)
-
Diagram sebar (scatter diagram)
Lembar Pengamatan (Check Sheet): Lembar
pengamatan adalah lembar yang digunakan untuk mencatat data produk
termasuk juga waktu pengamatan, permasalahan yang dicari dan jumlah
cacat pada setiap permasalahan.
Stratifikasi (Run Chart): Stratifikasi
adalah suatu upaya untuk mengurai atau mengklasifikasi persoalan
menjadi kelompok atau golongan sejenis yang lebih kecil atau menjadi
unsur-unsur tunggal dari persoalan.
Histogram: Histogram
adalah diagram batang yang menunjukkan tabulasi dari data yang diatur
berdasarkan ukurannya. Tabulasi data ini umumnya dikenal sebagai
distribusi frekuensi. Histogram menunjukkan karakteristik-karakteristik
dari data yang dibagi-bagi menjadi kelas-kelas. Pada histogram
frekuensi, sumbu x menunjukkan nilai pengamatan dari tiap kelas.
Histogram dapat berbentuk “normal” atau berbentuk seperti lonceng yang
menunjukkan bahwa banyak data yang terdapat pada nilai rata-ratanya.
Bentuk histogram yang miring atau tidak simetris menunjukkan bahwa
banyak data yang tidak berada pada nilai rata-ratanya tetapi kebanyakan
datanya berada pada batas atas atau bawah. Fungsi dari histogram adalah sebagai berikut:-
Menentukan apakah suatu produk dapat diterima atau tidak.
-
Menentukan apakah proses produk sudah sesuai atau belum.
-
Menentukan apakah diperlukan langkah-langkah perbaikan.
Diagram Pareto: Diagram
pareto pertama kali diperkenalkan oleh Alfredo Pareto dan digunakan
pertama kali oleh Joseph Juran. Fungsi diagram pareto adalah untuk
mengidentifikasi atau menyeleksi masalah utama untuk peningkatan
kualitas. Diagram ini menunjukkan seberapa besar frekuensi berbagai
macam tipe permasalahan yang terjadi dengan daftar masalah pada sumbu x
dan jumlah/frekuensi kejadian pada sumbu y. Kategori masalah
diidentifikasikan sebagai masalah utama dan masalah yang tidak penting.
Prinsip Pareto adalah 80 % masalah (ketidaksesuaian atau cacat)
disebabkan oleh 20 % penyebab. Prinsip Pareto ini sangat penting karena
prinsip ini mengidentifikasi kontribusi terbesar dari variasi proses
yang menyebabkan performansi yang jelek seperti cacat. Pada akhirnya,
diagram pareto membantu pihak manajemen untuk secara cepat menemukan
permasalahan yang kritis dan membutuhkan perhatian secepatnya sehingga
dapat segera diambil kebijakan untuk mengatasinya.
Diagram Sebab Akibat (Cause and Effect Diagram): Diagram sebab akibat juga disebut Ishikawa Diagram
karena diagram ini diperkenalkan oleh Dr. Kaoru Ishikawa pada tahun
1943. Diagram ini terdiri dari sebuah panah horizontal yang panjang
dengan deskripsi masalah. Penyebab-penyebab masalah digambarkan dengan
garis radial dari garis panah yang menunjukan masalah. Kegunaan dari diagram sebab akibat adalah:
-
Menganalisis sebab dan akibat suatu masalah.
-
Menentukan penyebab permasalahan.
-
Menyediakan tampilan yang jelas untuk mengetahui sumber-sumber variasi.
Diagram Sebar (Scatter Diagram): Scatter
diagram adalah grafik yang menampilkan hubungan antara dua variabel
apakah hubungan antara dua variabel tersebut kuat atau tidak yaitu
antara faktor proses yang mempengaruhi proses dengan kualitas produk.
Pada sumbu x terdapat nilai dari variabel independen, sedangkan pada
sumbu y menunjukkan nilai dari variabel dependen.
No comments:
Post a Comment