teknikindustriblog.blogspot.com
MAKALAH
PENGANTAR TEKNIK INDUSTRI
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan yang
maha Esa karena telah melimpahkan rahmatNya sehingga kami dapat
menyelesaikan makalah Pengantar teknik industri ini sebagai bagian dari
proses pembelajaran di kampus yang berjudul “Sejarah dan contoh
perkembangan teknik industri”
Laporan ini disusun sebagai salah satu tugas
untuk menambah pengetahuan khususnya pengantar Teknik Industri serta
memahami sejarah dan perkembangan teknik industri.Semoga makalah ini
bermanfaat untuk memberikan kontribusi kepada mahasiswa prodi teknik
industri sebagai materi pembelajaran awal.
Dan tentunya kami menyadari makalah ini
masih sangat jauh dari sempurna. Untuk itu kepada dosen kami minta
masukannya demi perbaikan pembuatan makalah kami di masa yang akan
datang.
BAB I
PENDAHULUAN
A.Tujuan
Pembuatan makalah ini bertujuan untuk memberikan informasi atau
pengetahuan baru serta pemahaman mengenai sejarah serta contoh
perkembangan teknik industri sehingga mahasiswa dapat membuat suatu
kesimpulan dari semua informasi yang di dapat.
B.LATAR BELAKANG
Sejarah Singkat Teknik industri lahir sejak zaman Pra Yunani kuno Pada
masa itu, manusia menggunakan batu dan tulang sebagai peralatan
kerjanya. Alat – alat yang digunakan mengalami perbaikan secara berkala,
sehingga meningkatkan produktivitas pada persoalan produksi. Hal ini
terjadi sampai saat ini. Teknik industri sebenarnya berakar kuat pada
masa revolusi industri. Revolusi industri telah mengubah secara dramatis
proses MANUFAKTUR dan membantu lahirnya konsep – konsep ilmu
pengetahuan di kemudian hari. Inovasi teknologi yang terjadi pada waktu
itu ditujukan untuk membantu dalam mekanisasi beberapa operasional
manual tradisional pada industri tekstil. Beberapa penemuan teknologi
pada masa revolusi industri,yaitu penemuan mesin pintal yang ditemukan
oleh James Hargreaves (1765), pengembangan water frame oleh Richard
Arkweight (1769), dan mesin uap oleh James Watt.
C.PENGERTIAN DAN DEFINISI
Definisi Teknik industri adalah suatu teknik
yang mencakup bidang desain/merancang, perbaikan, dan pemasangan dari
sistem integral yang terdiri dari manusia, bahan-bahan, informasi,
peralatan dan energi. Hal ini digambarkan sebagai pengetahuan dan
keterampilan yang spesifik pada matematika, fisika, dan ilmu-ilmu sosial
bersama dengan prinsip dan metode dari analisis keteknikan dan desain
untuk mengkhususkan, memprediksi, dan mengevaluasi hasil yang akan
dicapai dari suatu sistem.
Sementara, teknik industri menurut Institute
of Industrial Engineering (IIE) terkait dengan perancangan, perbaikan,
dan instalasi sistem terintegrasi seperti orang, material, informasi,
peralatan, dan energi dan dibangun atas pengetahuan dan keahlian khusus
dalam bidang matematika, fisika, dan ilmu sosial bersama-sama dengan
prinsip dan metode analisis rekayasa dan desain untuk menetapkan,
memprediksi, dan mengevalusi hasil yang akan dicapai dari suatu sistem.
BAB II
ISI
A.SEJARAH TEKNIK INDUSTRI
Di dunia
Awal mula Teknik Industri dapat ditelusuri dari beberapa sumber berbeda.
Frederick Winslow Taylor sering ditetapkan sebagai Bapak Teknik
Industri meskipun seluruh gagasannya tidak asli. Beberapa risalah
terdahulu mungkin telah memengaruhi perkembangan Teknik Industri seperti
risalah The Wealth of Nations karya Adam Smith, dipublikasikan tahun
1776; Essay on Population karya Thomas Malthus dipublikasikan tahun
1798; Principles of Political Economy and Taxation karya David Ricardo,
dipublikasikan tahun 1817; dan Principles of Political Economy karya
John Stuart Mill, dipublikasikan tahun 1848. Seluruh hasil karya ini
mengilhami penjelasan paham Liberal Klasik mengenai kesuksesan dan
keterbatas dari Revolusi Industri. Adam Smith adalah ekonom yang
terkenal pada zamannya. “Economic Science” adalah frasa untuk
menggambarkan bidang ini di Inggris sebelum industrialisasi America
muncul .
Kontribusi penting lainnya dan mengilhami Taylor adalah Charles W.
Babbage. Babbage adalah profesor ahli matematika di Cambridge
University. Salah satu kontribusi pentingnya adalah buku yang berjudul
On the Economy of Machinery and Manufacturers tahun 1832 yang
mendiskusikan banyak topik menyangkut MANUFAKTUR. Babbage mendiskusikan
gagasan tentang Kurva Belajar (Learning Curve), pembagian tugas dan
bagaimana proses pembelajaran dipengaruhi, dan efek belajar terhadap
peningkatan pemborosan. Dia juga sangat tertarik pada metode pengaturan
pemborosan. Charles Babbage adalah orang pertama yang menganjurkan
membangun komputer mekanis. Dia menyebutnya “analytical calculating
machine” , untuk tujuan memecahkan masalah matematika yang kompleks.
Di Amerika Serikat selama akhir abad 19 telah terjadi perkembangan yang memengaruhi pembentukan Teknik Industri.
Henry R. Towne menekankan aspek ekonomi terhadap pekerjaan insinyur
yakni bagaimana seorang insinyur akan meningkatkan laba perusahaan?
Towne kemudian menjadi anggota American Society of Mechanical Engineers
(ASME) sebagaimana yang dilakukan beberapa pendahulunya di bidang Teknik
Industri. Towne menekankan perlunya
mengembangkan suatu bidang yang terfokus pada sistem manufactur. Dalam
Industrial Engineering Handbook dikatakan bahwa “ASME adalah tempat
berkembang biaknya Teknik Industri”. Towne bersama Fredrick A. Halsey
bekerja mengembangkan dan memaparkan suatu Rencana Kerja untuk
mengurangi pemborosan kepada ASME. Tujuan Recana ini adalah meningkatkan
produktivitas pekerja tanpa berpengaruh negatif terhadap ongkos
produksi. Rencana ini juga menganjurkan bahwa sebagian keuntungan dapat
dibagikan kepada pekerja dalam bentuk insentif.
Henry L. Gantt (juga anggota ASME) menekankan pentingnya seleksi
karyawan dan pelatihannya. Dia, seperti juga Towne dan Halsey,
memaparkan paper dengan topik-topik seperti biaya, seleksi karyawan,
pelatihan, skema insentif, dan penjadwalan kerja. Dia adalah pencipta
Diagram Gantt (Gantt chart), yang saat ini merupakan diagram yang sangat
populer digunakan dalam penjadwalan kerja. Sampai sekarang Gantt chart
digunakan dalam bidang statitik untuk membuat prediksi yang akurat.
Jenis diagram lainnya telah dikembangkan untuk tujuan penjadwalan
seperti Program Evaluation and Review Technique (PERT) dan Critical Path
Mapping (CPM).
Sejarah Teknik Industri tidak lengkap tanpa menyebut Frederick Winslow
Taylor. Taylor mungkin adalah pelopor Teknik Industri yang paling
terkenal. Dia mempresentasikan gagasan mengenai pengorganisasian
pekerjaan dengan menggunakan manajemen kepada seluruh anggota ASME. Dia
menciptakan istilah “Scientific Management” untuk menggambarkan metode
yang dia bangun melalui studi empiris. Kegiatannya, seperti yang
lainnya, meliputi topik-topik seperti pengorganisasian pekerjaan dengan
manajemen, seleksi pekerja, pelatihan, dan kompensasi tambahan bagi
seluruh individu yang memenuhi standar yang dibuat perusahaan.
Scientific Management memiliki efek yang besar terhadap Revolusi Industri, baik di Amerika maupun di luar negara Amerika.
Keluarga Gilbreth diakui akan pengembangan terhadap Studi Waktu dan
Gerak (Time and Motion Studies). Frank Bunker Gilbreth dan istrinya Dr.
Lillian M. Gilbreth melakukan penelitian mengenai Pemahaman Kelelahan
(Fatigue), Skill Development, Studi Gerak (Motion Studies), dan Studi
Waktu (Time Studies). Lillian Gilbreth memeliki gelasr Ph.D. dalam
bidang Psikologi yang membantunya dalam memahami masalah-masalah
manusia. Keluarga Gilbreth meyakini bahwa terdapat satu cara terbaik
(“one best way”) untuk melakukan pekerjaan. Salah satu pemikiran mereka
yang siginifikan adalah pengklasifikasian gerakan dasar manusia ke dalam
17 macam, dimana ada gerakan yang efektif dan ada yang tidak efektif.
Mereka menamakannya Tabel Klasifikasi Therbligs (ejaan terbalik dari
kata Gilbreth). Gilbreth menyimpulkan bahwa waktu untuk menyelesaikan
gerakan yang efektif (effective therblig) lebih singkat tetapi sulit
untuk dikurangi, demikian sebaliknya dengan non-effective therbligs.
Gilbreth mengklaim bahwa setiap bentuk pekerjaan dapat dipisah-pisah ke
dalam bentuk pekerjaan yang lebih sederhana.
Saat Amerika Serikat menghadapi Perang Dunia II, secara diam-diam
pemerintah mendaftarkan para ilmuwan untuk meneliti perencanaan, metode
produksi, dan logistik dalam perang. Para ilmuwan ini mengembangkan
sejumlah teknik untuk pemodelan dan memprediksi solusi optimal. Lebih
lanjut saat informasi ini terbongkar. lahirlah Operation Research.
Banyak hasil penelitian yang masih sangat teoritis dan pemahaman
bagaimana menggunakannya dalam dunia nyata tidak ada. Hal inilah yang
menyebabkan jurang antara kelompok Operation Research (OR) dan profesi
insinyur terlalu lebar. hanya sedikit perusahaan yang dengan sigap
membentuk departemen Operation Research dan mengkapitalisasikannya.
Pada 1948 sebuah komunitas baru, American Institute for Industrial
Engineers (AIIE), dibuka untuk pertama kalinya. Pada masa ini Teknik
Industri benar-benar tidak mendapat tempat yang khusus dalam struktur
perusahaan. Selama tahun 1960 dan sesudahnya, beberapa perguruan tinggi
mulai mengadopsi teknik-teknik operation research dan menambahkannya
pada kurikulum TeknikIndustri.
Sekarang untuk pertama kalinya metode-metode Teknik Industri
disandarkan pada fondasi analisa, termasuk metode empiris terdahulu
lainnya. Pengembangan baru terhadap optimisasi dalam matematika
sebagaimana metode baru dalam analisa statistik membantu dalam mengisi
lubang kosong bidang Teknik Industri dengan pendekatan teoritis.
Kemudian, permasalahan Teknik Industri menjadi begitu besar dan kompleks
pada dan saat komputer digital berkembang. Dengan komputer digital dan
kemampuannya menyimpan data dalam jumlah besar, insinyur Teknik Industri
memiliki alat baru untuk mengkalkulasi permasalahan besar secara cepat.
Sebelumnya komputasi pada suatu sistem memakan mingguan bahkan bulanan,
tetapi dengan komputer dan perkembangan sub-program “sub-routines”,
perhitungan dapat dilakukan dalam hitungan menit dan dengan mudah dapat
diulangi terhadap kriteria problem yang baru. Dengan kemampuannya
menyimpan data, hasil perhitungan pada sistem sebelumnya dapat disimpan
dan dibandingkan dengan informasi baru. Data-data ini membuat Teknik
Industri menjadi cara yang kuat dalam mempelajari sistem produksi dan
reaskinya bila terjadi perubahan.
Di Indonesia
Sejarah Teknik Industri di Indonesia di awali dari kampus ITB Institut
Teknologi Bandung. Sejarah pendirian pendidikan Teknik Industri di ITB
tidak terlepas dari kondisi praktik sarjana mesin pada tahun
lima-puluhan. Pada waktu itu, profesi sarjana Teknik mesin merupakan
kelanjutan dari profesi pada zaman Belanda, yaitu terbatas pada
pekerjaan pengoperasian dan perawatan mesin atau fasilitas produksi.
Barang-barang modal itu sepenuhnya diimpor, karena di Indonesia belum
terdapat pabrik mesin.
Di Universitas Indonesia keilmuan Teknik Industri telah dikenalkan pada
awal tahun tujuh puluhan, dan merupakan sub bagian dari keilmuan Teknik
Mesin. Sejak 30 Juni 1998, diresmikanlah Jurusan Teknik Industri
(sekarang Departemen Teknik Industri) Fakultas Teknik Universitas
Indonesia.
Kalau pada masa itu, dijumpai bengkel-bengkel tergolong besar yang
mengerjakan pekerjaan perancangan konstruksi baja seperti yang antara
lain terdapat di kota Pasuruan dan Klaten, pekerjaan itu pun masih
merupakan bagian dari kegiatan perawatan untuk mesin-mesin pabrik gula
dan pabrik pengolahan hasil perkebunan yang terdapat di Jawa Timur dan
Jawa Tengah. Dengan demikian kegiatan perancangan yang dilakukan oleh
para sarjana Teknik Mesin pada waktu itu masih sangat terbatas pada
perancangan dan pembuatan suku-suku cadang yang sederhana berdasarkan
contoh-contoh barang yang ada. Peran yang serupa bagi sarjana Teknik
Mesin juga terjadi di pabrik semen dan di bengkel-bengkel
perkereta-apian.
Pada saat itu, dalam menjalankan profesi sebagai sarjana Teknik Mesin
dengan tugas pengoperasian mesin dan fasilitas produksi, tantangan utama
yang mereka hadapi ialah bagaimana agar pengoperasian itu dapat
diselenggarakan dengan lancar dan ekonomis. Jadi fokus pekerjaan sarjana
Teknik Mesin pada saat itu ialah pengaturan pembebanan pada mesin-mesin
agar kegiatan produksi menjadi ekonomis, dan perawatan (maintenance)
untuk menjaga kondisi mesin supaya senantiasa siap pakai.
Pada masa itu, seorang kepala pabrik yang
umumnya berlatar-belakang pendidikan mesin, sangat ketat dan disiplin
dalam pengawasan terhadap kondisi mesin. Di pagi hari sebelum pabrik
mulai beroperasi, ia keliling pabrik memeriksa mesin-mesin untuk
menyakini apakah alat-alat produksi dalam keadaan siap pakai untuk
dibebani suatu pekerjaan.
Pengalaman ini menunjukan bahwa pengetahuan dan kemampuan perancangan
yang dipunyai oleh seorang sarjana Teknik Mesin tidak banyak
termanfaatkan, tetapi mereka justru memerlukan bekal pengetahuan
manajemen untuk lebih mampu dan lebih siap dalam pengelolaan suatu
pabrik dan bengkel-bengkel besar.
Sekitar tahun 1955, pengalaman semacam itu disadari benar keperluannya,
sehingga sampai pada gagasan perlunya perkuliahan tambahan bagi para
mahasiswa Teknik Mesin dalam bidang pengelolaan pabrik.
Pada tahun yang sama, orang-orang Belanda meninggalkan Indonesia karena
terjadi krisis hubungan antara Indonesia-Belanda, sebagai akibatnya,
banyak pabrik yang semula dikelola oleh para administratur Belanda,
mendadak menjadi vakum dari keadministrasian yang baik. Pengalaman ini
menjadi dorongan yang semakin kuat untuk terus memikirkan gagasan
pendidikan alternatif bidang keahlian di dalam pendidikan Teknik Mesin.
Pada awal tahun 1958, mulai diperkenalkan beberapa mata kuliah baru di
Departemen Teknik Mesin, diantaranya : Ilmu Perusahaan, Statistik,
Teknik Produksi, Tata Hitung Ongkos dan Ekonomi Teknik. Sejak itu
dimulailah babak baru dalam pendidikan Teknik Mesin di ITB, mata kuliah
yang bersifat pilihan itu mulai digemari oleh mahasiswa Teknik Mesin dan
juga Teknik Kimia dan Tambang.
Sementara itu pada sekitar tahun 1963-1964 Bagian Teknik Mesin telah
mulai menghasilkan sebagian sarjananya yang berkualifikasi pengetahuan
manajemen produksi/teknik produksi. Bidang Teknik Produksi semakin
berkembang dengan bertambahnya jenis mata kuliah.
Mata kuliah seperti : Teknik Tata Cara, Pengukuran Dimensional, Mesin
Perkakas, Pengujian Tak Merusak, Perkakas Pembantu dan Keselamatan
Kerja cukup memperkaya pengetahuan mahasiswa Teknik Produksi.
Pada tahun 1966 – 1967, perkuliahan di Teknik Produksi semakin
berkembang. Mata kuliah yang berbasis teknik industri mulai banyak
diperkenalkan. Sistem man-machine-material tidak lagi hanya didasarkan
pada lingkup wawasan MANUFAKTUR saja, tetapi pada lingkup yang lebih
luas yaitu perusahaan dan lingkungan. Dalam pada itu, di Departemen ini
mulai diajarkan mata kuliah : Manajemen Personalia, Administrasi
Perusahaan, Statistik Industri, Perancangan Tata Letak Pabrik, Studi
Kelayakan, Penyelidikan Operasional, Pengendalian Persediaan Kualitas
Statistik dan Programa Linier. Sehingga pada tahun 1967, nama Teknik
Produksi secara resmi berubah menjadi Teknik Industri dan masih tetap
bernaung di bawah Bagian Teknik Mesin ITB.
Pada tahun 1968 – 1971, dimulailah upanya untuk membangun Departemen
Teknik Industri yang mandiri. Upaya itu terwujud pada tanggal 1 Januari
1971.
B.Contoh perkembangan Teknologi Industri
1.Perkembangan Industri Perbankan
Perkembangan teknologi telah merubah bisnis dan cara menjalankan bisnis,
semua sektor industri merasakan dampak dari perkembangan teknologi,
berbagai fasilitas layanan muncul untuk mempermudah dan memuaskan
konsumen. Industri perbankan menghadirkan layanan berbasis teknologi
nirkabel untuk mempermudah dan memuaskan konsumen yang disebut mobile
banking, salah satu bank yang menghadirkan teknologi tersebut untuk
mempermudah dan memuaskan nasabahnya adalah Bank Rakyat Indonesia (BRI).
Penelitian ini mencoba memberikan bukti empiris tentang kesuksesan
implementasi layanan mobile banking di BRI menggunakan model kesuksesan
DeLone & McLean dengan variabel tambahan keamanan & kerahasiaan,
sebagai sampel adalah nasabah BRI unit Klaten sebanyak 52 orang yang
berinteraksi dan menggunakan layanan mobile banking, pengumpulan data
melalui kuisioner dan analisa data menggunakan SEM dengan alat bantu
PLS.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa model DeLone & McLean terbukti
secara empiris, semua variabel menunjukkan pengaruh yang signifikan dan
positif selain hubungan antara kualitas informasi dengan penggunaan
sistem dan hubungan antara penggunaan sistem dengan dampak individu.
2.Perkembangan Teknologi Industri Mobil
Beberapa perusahaan sudah pindah dari jalur perakitan robot.. Berikan
dua alasan mengapa hal ini mungkin terjadi. Jelaskan peran yang akan
komputer masih bermain perusahaan MANUFAKTUR di prosedur.Namun ada sisi negatifnya:
Produk baru perlu lengkap pemrograman ulang mesin, mungkin dengan perkakas baru.
Pemeliharaan harus dilakukan dengan standar yang tinggi.
Kegagalan sistem komputer akan mengakibatkan hancurnya jalur perakitan
Beberapa proses tidak dapat dilakukan oleh robot. Mereka masih memerlukan operator terampil.
3.Perkembangan Teknologi Industri Robotika
Perkembangan teknologi robotika pada satu dekade ini berlangsung dengan
pesat ditandai dengan banyaknya penerapan teknologi robot untuk
menggantikan manusia.
Adapun akhir-akhir ini, peran open source di bidang sistem operasi dan
aplikasi sudah cukup luas dan berkembangn dengan pesat berkat
keterbukaannya dalam membangun sebuah aplikasi. Hal ini juga sudah mulai
merambah ke dunia teknologi robotika , salah satunya melalui
pengembangan Robot lego Mindstorm NXT dan pemrograman Lego dengan NXC
yang menggunakan aplikasi open source. Kesempatan untuk implementasi
aplikasi open source di kampus cukup terbuka lebar mengingat adanya
civitas akademika yang berkecimpung sebagai aktivis open source di
bidang robotika dan tingginya antusiasme mahasiswa dalam kompetisi robot
yang diadakan berbagai institusi di seluruh indonesia. Pergerakan
mahasiswa dalam pengembangan teknologi robotika bukannya tidak menemui
hambatan. Selain kompetensi teknologi robotika, koordinasi dan pendanaan
serta fasilitas pendukung juga merupakan hal yang tidak bisa
diabaikan .
Maka dari itu, civitas akademika khususnya mahasiswa diharapkan dapat
mengambil peran sebagai pionir dalam pengembangan teknologi robotika
untuk kemajuan industri dan teknologi di Indonesia.
BAB III
PENUTUP
A.Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa Teknik Industri mempunyai peran penting dalam perkembangan teknologi didunia.Bukan
hanya dari aspek manusia nya , tetapi juga dari material yang
dipergunakan dalam perkembangannya sesuai dengan definisi Teknik
Industri itu sendiri yaitu :suatu teknik yang mencakup bidang
desain/merancang, perbaikan, dan pemasangan dari sistem integral yang
terdiri dari manusia, bahan-bahan, informasi, peralatan dan energi. Hal
ini digambarkan sebagai pengetahuan dan keterampilan yang spesifik pada
matematika, fisika, dan ilmu-ilmu sosial bersama dengan prinsip dan
metode dari analisis keteknikan dan desain untuk mengkhususkan,
memprediksi, dan mengevaluasi hasil yang akan dicapai dari suatu sistem
B.Kritik dan Saran
Kami menyadari bahwa makalah yang kami buat ini masih jauh dari
kesempurnaan dan masih banyak hal yang perlu di perbaiki, untuk itu
saran dan kritikan yang sifatnya membangun kami harapkan dari pendengar
dan pembaca sebagai bahan evaluasi dan pembelajaran bagi kami agar dalam
pembuatan makalah kami selanjutnya lebik baik lagi.
Daftar Pustaka